Syair Sang Buddha

Biarpun seseorang banyak membaca kitab suci,
tetapi tidak berbuat sesuai ajaran,
maka orang lengah itu,
sama seperti gembala sapi yang menghitung sapi milik orang lain.
Ia tak akan memperoleh,
manfaat kehidupan suci.

Biarpun seseorang sedikit membaca kitab suci,
tetapi berbuat sesuai dengan ajaran,
menyingkirkan nafsu indria,
kebencian dan ketidaktahuan,
memiliki pengetahuan benar,
dan batin yang bebas dari nafsu,
tidak melekat pada apapun,
baik di sini maupun di sana;
maka ia akan memperoleh,
manfaat kehidupan suci.

Sumber : Sutta Pitaka-Khuddaka Nikaya-Dhammapada Atthakatha (19, 20)

Iklan
Dipublikasi di 8. Renungan Dan Pelaksanaan Dharma | Tag , ,

Syair Sang Buddha

Di dunia ini ia bahagia.
Di dunia sana ia berbahagia.
Pelaku kebajikan, berbahagia di kedua dunia itu.
Ia akan berbahagia ketika berpikir,
“Aku telah berbuat bajik”, dan ia akan lebih berbahagia lagi, ketika berada di alam bahagia.

Sumber : Sutta Pitaka-Khuddaka Nikaya-Dhammapada Atthakatha (18)

Dipublikasi di 8. Renungan Dan Pelaksanaan Dharma | Tag , ,

Syair Sang Buddha

Di dunia ini ia menderita.
Di dunia sana ia menderita.
Pelaku kejahatan menderita di kedua dunia itu.
Ia meratap ketika berpikir,
“Aku telah berbuat jahat,”,
dan ia akan lebih menderita lagi,
ketika berada di alam sengsara.

Sumber : Sutta Pitaka-Khuddaka Nikaya-Dhammapada Atthakatha (17)

Dipublikasi di 7. Kisah Dharma | Tag , ,

Syair Sang Buddha

Di dunia ini ia bergembira.
Di dunia sana ia bergembira.
Pelaku kebajikan, bergembira di kedua dunia itu.
Ia bergembira dan bersuka cita karena, melihat perbuatannya sendiri yang bersih.

Sumber : Sutta Pitaka-Khuddaka Nikaya-Dhammapada Atthakatha (16)

Dipublikasi di 8. Renungan Dan Pelaksanaan Dharma | Tag , ,

Syair Sang Buddha

Sang Buddha mengingatkan, bahwa pada suatu saat mereka semua pasti mengalami kematian, oleh karena itu mereka harus berhenti bertengkar dan jangan berlaku seolah-olah mereka tidak akan pernah mati.

Kemudian Sang Buddha membabarkan syair 6 berikut ini:

Sebagian besar orang tidak mengetahui bahwa, dalam pertengkaran mereka akan binasa; tetapi mereka, yang dapat menyadari kebenaran ini; akan segera mengakhiri semua pertengkaran.

Sumber : Sutta Pitaka-Khuddaka Nikaya-Dhammapada Atthakatha (6)

Dipublikasi di 8. Renungan Dan Pelaksanaan Dharma | Tag , ,

Syair Sang Buddha

Kebencian tak akan pernah berakhir apabila dibalas dengan kebencian.
Tetapi, kebencian akan berakhir bila dibalas dengan tidak membenci
Inilah satu hukum abadi.

Sumber : Sutta Pitaka-Khuddaka Nikaya-Dhammapada Atthakatha (5)

Dipublikasi di 8. Renungan Dan Pelaksanaan Dharma | Tag , ,

Syair Sang Buddha

“Ia menghina saya,
ia memukul saya,
ia mengalahkan saya,
ia merampas milik saya.”
Selama seseorang masih menyimpan pikiran seperti itu,
maka kebencian tak akan pernah berakhir.

“Ia menghina saya,
ia memukul saya,
ia mengalahkan saya,
ia merampas milik saya.”
Jika seseorang sudah tidak lagi menyimpan pikiran-pikiran seperti itu,
maka kebencian akan berakhir.

Sumber : Sutta Pitaka-Khuddaka Nikaya-Dhammapada Atthakatha (3, 4)

Dipublikasi di 7. Kisah Dharma | Tag , ,