Arsip Tag: kata perenungan master cheng yen

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Ketika badan masih sehat, lebih banyak berbuat kebajikan, tanamkan benih kebajikan untuk menuai buah keberkahan, agar terbentang sebuah jalan menuju kehidupan yang sehat. Iklan

Dipublikasi di 9. Kata Perenungan Master Cheng Yen | Tag , ,

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Semangat dan keberanian tidak boleh hilang dan keyakinan diri tidak boleh tidak ada, di dunia ini tiada hal yang tidak bisa dan tidak berdaya untuk dilakukan, perlu dikhawatirkan adalah tiadanya keinginan untuk berbuat.

Dipublikasi di 9. Kata Perenungan Master Cheng Yen | Tag , ,

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Surga atau neraka, semuanya diciptakan oleh niat dan prilaku kita sendiri.

Dipublikasi di 9. Kata Perenungan Master Cheng Yen | Tag , ,

Syair Sang Buddha

Bangun! Jangan lengah! Tempuhlah kehidupan benar. Barang siapa menempuh kehidupan benar, maka ia akan hidup bahagia di dunia ini maupun di dunia selanjutnya. Hendaklah seseorang hidup sesuai dengan Dhamma (Kebenaran) dan tak menempuh cara-cara jahat. Barang siapa hidup sesuai Dhamma, … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di 8. Renungan Dan Pelaksanaan Dharma | Tag , ,

Syair Sang Buddha

Sungguh mudah untuk melakukan hal-hal yang buruk dan tak bermanfaat, tetapi sungguh sulit untuk melakukan hal-hal yang baik dan bermanfaat bagi diri sendiri. Sumber : Sutta Pitaka-Khuddaka Nikaya-Dhammapada Atthakatha (163)

Dipublikasi di 8. Renungan Dan Pelaksanaan Dharma | Tag , ,

Syair Sang Buddha

Tubuh ini benar-benar rapuh, sarang penyakit dan mudah membusuk. Tumpukan yang menjijikkan ini akan hancur berkeping-keping. Sesungguhnya, kehidupan ini akan berakhir dengan kematian. Sumber : Sutta Pitaka-Khuddaka Nikaya-Dhammapada Atthakatha (148)

Dipublikasi di 8. Renungan Dan Pelaksanaan Dharma | Tag , ,

Syair Sang Buddha

Pembuat saluran air mengatur jalannya air, tukang panah meluruskan anak panah, tukang kayu melengkungkan kayu, orang bajik mengendalikan dirinya sendiri. Sumber : Sutta Pitaka-Khuddaka Nikaya-Dhammapada Atthakatha (145)

Dipublikasi di 7. Kisah Dharma | Tag , ,