Di Savatthi. Di siang hari, Raja Pasenadi dari Kosala menghadap Sang Bhagava…Sang Bhagava berkata kepadanya ketika ia sedang duduk di satu sisi “Dari manakah engkau datang Baginda di siang hari ini?” “Yang Mulia, nenekku meninggal dunia. Ia sudah tua, jompo, terbebani selama bertahun-tahun, telah lanjut dalam hidup, telah sampai pada tahap akhir, seratus dua puluh tahun sejak lahir. Yang Mulia, aku sangat menyayanginya. Jika, Yang Mulia, dengan permata gajah aku dapat menebusnya dari kematian, aku akan menyerahkan bahkan permata gajah agar ia tidak mati. Jika dengan permata kuda aku dapat menebusnya dari kematian…jika dengan hadiah desa aku dapat menebusnya dari kematian…jika dengan negeri ini aku dapat menebusnya dari kematian, aku akan menyerahkan bahkan negeri ini agar ia tidak mati.” “Semua makhluk, Baginda, pasti mengalami kematian, dihentikan oleh kematian, dan tidak dapat menghindari kematian.” “Sungguh indah, Yang Mulia! Sungguh menakjubkan, Yang Mulia! Betapa indahnya hal ini dinyatakan oleh Sang Bhagava: Semua makhluk, Baginda, pasti mengalami kematian, dihentikan oleh kematian, dan tidak dapat menghindari kematian.’” “Demikianlah, Baginda! Memang demikian, Baginda! Semua makhluk, Baginda, pasti mengalami kematian, dihentikan oleh kematian, dan tidak dapat melepaskan diri dari kematian. Bagaikan semua kendi tembikar, apakah dipanggang ataupun tidak dipanggang, pasti akan pecah, terhenti pada saat pecah, dan tidak dapat menghindari pecah, demikian pula semua makhluk pasti mengalami kematian, terhenti oleh kematian, dan tidak dapat menghindari kematian.
“Semua makhluk akan mati, Karena kehidupan berakhir pada kematian. Mereka akan mengembara sesuai dengan perbuatan mereka, Memetik buah dari kebajikan dan kejahatan mereka: Pelaku kejahatan pergi ke neraka, Pelaku kebajikan menuju alam bahagia.
“Oleh karena itu, seseorang harus melakukan apa yang baik Sebagai tabungan bagi kehidupan mendatang. Kebajikan adalah penyokong makhluk hidup di alam lain.”
Samyutta Nikaya – Khotbah-khotbah Berkelompok Sang Buddha
Diterjemahkan dari bahasa Pali oleh Bhikkhu Bodhi
Sumber : https://samaggi-phala.or.id/tipitaka/kelompok-lima-penduduk-kosala/